Total Tayangan Halaman

Sabtu, 29 Januari 2011

DIATAS LUKA ADA LUKA


Kemaren saya betemu dengan seorang sahabat, sahabat yang belum lama ini saya kenal tapi sudah membuat kami cukup akrab. Seperti biasa jika bertemu dengan saya dia selalu berteriak memanggil nama saya “ YO”, bergurau dan besikap ramah seperti seekor anjing yang menyambut kepulangan majikannya, kenapa saya bilang demikian karena dibalik keramahannya itu ada sesuatu yang dia inginkan dari majikannya. Meskipun demikian dia tetap seorang sahabat yang baik J

Uhhhhh……..sempat buat menghindar dari sahabat saya ini, karena hari itu saya lagi tidak mood, ditambah lagi dengan tugas dan laporan-laporan pratikum yang menumpuk. Tapi melihat wajah sahabat saya yang kusut, lebih kusut dari wajah pemulung yang tidak mandi tiga hari, dari tampilannya yang seperti hidup tak mau mati, saya bisa menyimpulkan bahwa sahabat saya ini sedang mengalami kiamat kubro mengalami luka, mengalami pendarahan hati,mengalami kesedihan yang mendalam karena diatas luka lama ditoreh luka baru, mengalami perih karena lukanya terkena cuka. Akhirnya saya menyempatkan waktu mendengarkan cerita dan keluh kesahnya.

Diatas teras musholla kampus, dia mulai bercerita kepada saya, merangkai kata demi kata yang diawali dengan senyuman. Dugaan saya pun benar sahabat saya ini sedang mengalami patah hati. Entah sudah berapa kali dia bercerita hal yang sama kepada saya, lagi-lagi temanya adalah patah hati dan kekecewaan. Tapi kali ini saya bener-benar melihat kesungguhannya. Beberapa bulan yang lalu sahabat saya berkenalan dengan seorang perempun, perempun yang dimata saya mendekati kesempurnaan selain cantik, berkerudung, pintar dan juga pernah menjabat sebagai ketua himpunan mahasiswa , melihat kesempurnaan itu sahabat saya tidak bisa menahan perasaannya yang semakin hari semakin memuncak dan akhirnya meluapkan semuanya, tapi pada kenyataannya cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Dua bulan kemudian sahabat saya pun menjalin hubungan dengan salah satu mahasiswi kebidanan, lagi lagi sahabat saya dikecewakan, kecewa karena orang yang dia sayangi ternyata berpaling kepada teman karibnya sendiri…”Ooohhhhh sungguh menyedihkan kau sahabat”. Cerita yang diawali dengan senyuman berakhir dengan tangisan, itu lah cinta lelaki sejatipun bisa menangis karena cinta.

Selepas sholat isya saya menyempatkan merenung dan mengingat tentang apa yang diceritakan sahabat saya tadi siang, dan lebih tepatnya mencoba mengerti pesan allah dari beberapa kejadian dalam hidup saya lima tahun terakhir, apa yang dialami sahabat saya tidak jauh beda dengan apa yang pernah terjadi dalam hidup saya. Saya pernah merasakan betapa sakitnya dikecewakan sahabat sendiri,dikecewakan oleh orang yang dicintai, kehilangan sahabat sejati dan pujaan hati,terluka,menderita, dan menangis. “Ohhhhh….sungguh tak tergambarkan betapa sakitnya dikecewakan” sampai-sampai lima tahun telah berlalu luka itu masih jelas terasa dan sulit buat menyembuhkan, tapi saya selalu ingat pesan salah satu teman facebook saya Yo, salah satu cara untuk membuat hidup ini bermakna dan tidak sia sia adalah dengan meninggalkan luka lama, tak perlu sering diingat, kalau buku maka bab itu sudah selesai, bab baru menunggu Sepengal kalimat ini selalu saya ingat bila luka itu kembali terasa dan saya juga berpikir bahwa allah juga benci dengan ke sia-siaan.

Dan kemudian saya sadari bahwa selama 5 tahun ini saya terlalu sering melihat pintu yang tertutup lalu menangisi mengapa pintu itu tertutup, lalu mengedor gedor sang penutup pintu agar mau lagi membuka pintu itu dan beri saya kesempatan, lalu meraung raung berguling dibelakang pintu meratapi luka “bodohnya si saya” saya merasa tak lagi sanggup melihat dunia karena pintu itu tertutup untuk saya, dan kebodohan yang lain adalah saya lalu melupakan jendela jendela yang terbuka lebar dan memberi saya ruang yang lebih luas dan lebar agar saya dapat melihat dunia dari sudut yang lebih indah, agar saya lebih mampu memperoleh oksigen lebih banyak, ehmm J mari belajar mentertawakan nasib.

  • Kata orang bijak, hidup adalah pindah dari satu masalah ke masalah lain, dari satu hikmah ke hikmah lainnya, dan satu satunya cara untuk mengobati luka adalah dengan meninggalkan luka itu sendiri, bukankah ALLAH tidak mengubah nasib seorang hamba jika sang hamba tak mengubahnya, paksa diri untuk melangkah, tutup lembaran yang ini dan membuka lembaran baru.
  • Dan kembalikan semua kepada pengobat luka “ya ALLAH, hamba kembalikan semua luka yang pernah singgah dihati hamba dan gantilah hati hamba dengan hati yang baru, hati yang mampu melihat kasih sayang dari orang orang yang mencintai hamba

Mari kita melangkah sahabat, buktikan bahwa luka yang ditorehkan tidak akan sanggup membunuh kita, jangan berlama lama dalam kesia siaan, masih banyak yang harus kita lakukan, masih banyak pekerjaan yang menunggu, dan masih banyak orang orang yang mencintai kita, ALLAH hanya mengambil satu orang yang tidak lagi kita butuhkan, bukankah ALLAH hanya memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan

Waktu terus berjalan sahabat, bangun dan jeputlah pujaan hati, masa mati pada saat patah hati J nanti dia malah ketawa lagi hoooooo……….!!!!