Total Tayangan Halaman

Senin, 28 Februari 2011

Makalah PKM-I

REGENERASI LIMBAH PADAT BENTONIT PT.INCASY RAYA EDIBLE OIL PADANG SEBAGAI ADSORBEN PADA PROSES PEMUCATAN CPO

Erti Praputri, Reni Desmiarti*, Yonda Safutra dan Melda Ayunda

Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta

Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta

Jl. Gajah Mada No. 19, Olo Nanggalo Padang-25143

Telp. (0751) 705425 fax (0751) 7051341

Abstrak

Warna merupakan parameter utama dalam menentukan kualitas minyak pada industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan digunakan sebagai parameter di dalam dunia perdagangan. Semakin gelap warna Crude Palm Oil (CPO), semakin mahal biaya yang dibutuhkan dalam proses pemurnian Crude Palm Oil (CPO). Salah satu tahap dalam pemurnian Crude Palm Oil (CPO) menjadi minyak goreng adalah tahap pemucatan (bleaching), yaitu dengan cara mengkontakan adsorben bentonit ke dalam Crude Palm Oil (CPO) yang akan diolah. Industri pemurnian Crude Palm Oil (CPO) menjadi minyak goreng merupakan konsumen terbesar bentonit. Sekitar 200.000 ton/tahun bentonit digunakan dalam industri minyak goreng. Bentonit sendiri merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan. Dalam upaya menghemat pemakaian bentonit maka dilakukan regenerasi bentonit bekas dengan menggunakan aktivator HCl dan H2SO4 serta dilanjutkan dengan pemanasan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh temperatur dan konsentrasi aktivator, membandingkan warna minyak setelah dikontakkan dengan bentonit baru dan bentonit hasil regenerasi dan membuktikan bahwa limbah padat bentonit yang telah di regenerasi dapat dimamfaatkan lagi pada proses yang sama.

Keyword :Pemucatan, Bentonit bekas, Crude Palm Oil

Sabtu, 26 Februari 2011

rencana penelitian

STUDI EKSPERIMENTAL KARATERISTIK BIOBRIKET BAHAN BAKU DARI LIMBAH CANGKANG KAKAO YANG TERDAPAT DI SUMATRA BARAT

Dra. Munas Martinis. Msi*, Yonda Safutra dan Melda Ayunda

Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta
Jl. Gajah Mada No. 19, Olo Nanggalo Padang-25143
Telp. (0751) 705425 fax (0751) 7051341

ABSTRAK

Kebutuhan energi di Indonesia dipenuhi oleh bahan bakar minyak. Untuk rumah tangga sebagian besar kebutuhan energinya mengandalkan minyak tanah dan gas elpiji. Oleh karena itu, usaha untuk mencari bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui, ramah lingkungan dan bernilai ekonomis, semakin banyak dilakukan. Cangkang kakao merupakan limbah hasil perkebunan rakyat yang belum termanfaatkan sepenuhnya, padahal cangkang kakao merupakan biomasa dengan nilai kalor yang relatif besar sekitar 4060 kal/gram dan cocok digunakan sebagai penganti bahan bakar untuk skala rumah tangga.Tujuan penelitian ini adalah Mempelajari cara pembuatan briket yang mempunyai karakteristik pembakaran dengan metode variasi tekstur dan bentuk briket, mendapatkan pengurangan massa dan laju pembakaran dari pembakaran briket dan membuktikan bahwa briket yang dibuat memenuhi spesifikasi bahan bakar untuk skala rumah tangga.

Proses pembuatan briket diawali dengan cara mengeringkan cangkang kakao, kemudian dihaluskan dan di ayak untuk mendapatkan ukuran partikel tertentu, cangkang kakao yang telah di ayak dicampur dengan perekat lem tepung kanji setelah itu dicetak. Faktor perubah yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran partikel cangkang kakao yaitu 20, 40, 60 mesh dan bentuk briket silinder pejal dan silinder berongga. Faktor tetapnya adalah massa cangkang kakao 5 gram, temperatur pengeringan 500C, dan waktu pengeringan 5 jam.